Jumat, 27 Desember 2019

Mengapa Harus Nikah Muda?

Hai, apa kabar semua? It's been 5 years not to post anything here. Gue juga nggak pernah yakin kalo ada orang yang stay di blog ini wkwk. 

Jadi kali ini gue bakal bahas soal nikah muda yang menurut gue nggak layak untuk dibahas anak seusia gue yang mana gue masih underage. 

Beberapa hari kemarin gue sempat ngeliat postingan mutual gue di facebook yang sedang pamer kebahagiaan di hari pernikahannya. Fyi, mutual gue itu usianya masih seumuran gue (17 tahun). Kaget? Sama, gue juga. Tapi ada beberapa uneg-uneg yang pengen banget gue sampaikan. 

Gue yakin semua orang menganggap pernikahan itu sebuah ibadah dan gue yakin semua agama juga sudah menetapkan bahwa pernikahan itu adalah hal yang mulia dan juga bisa menghindari zinah. Masalah jodoh juga sudah diatur sama Yang Di Atas, yang mana kalo emang jodoh sudah di depan mata, what are you waiting for? Langsung nikah aja!

Nah problemanya di situ. Menurut pandangan gue, ya.... Boleh aja sih dibilang sotoy(sok tau). Tapi gini loh, pernikahan bukan sekedar ibadah, and also bukan sekedar menghindari zinah. Ada banyak issues yang bakal dihadapin saat pernikahan sudah terjadi. 

Menurut sudut pandang gue juga, ada banyak orang-orang yang emang seharusnya belum tepat waktu menikah tapi sudah terucap sah. Tapi balik lagi, kalau memang di usia yang terbilang belum cukup matang tetapi sudah berani menikah, berarti sudah siap menerima segala problema pernikahan. 

Bukan sekadar problema dua insan yang menjalani pernikahan, tapi sepasang suami-istri tentu akan berperan sebagai orang tua, betul? Nah di sini yang jadi issue utama sebuah keluarga. Orang-orang siap untuk menikah, tapi apakah siap untuk menjadi orangtua?

Peran menjadi orang tua itu sendiri bukan hanya sekedar melahirkan lalu selesai. Masa pertumbuhan anak dan segala sesuatu kebutuhan tentu harus dipikirkan sematang mungkin. Anak perlu edukasi dan juga big attention dari orang tua, apa kita semua sudah sanggup?

Di negara-negara maju seperti Belanda, Jerman, Jepang, dan negara lainnya, banyak pasangan suami-istri yang memang menunda untuk memiliki keturunan karena mereka belum siap untuk menghadapi segala problematiknya. Dari situ aja gue sudah punya pikiran bahwa insecurity issues untuk menikah itu banyak, bro. Bukan urusan upacara pernikahan, pesta resepsi, terus selesai. 

Karena rumitnya problema dari pernikahan tersebut, ini merupakan salah satu penyebab terkadang ada banyak pertentangan dari sepasang suami-istri yang mungkin bisa menyebabkan selesainya suatu hubungan. Dan problema ini juga yang kadang selalu membuat gue kepikiran, "Apa suami-istri itu masih terhitung jodoh sampai masih bisa divorce?"

Soal usia menikah, menurut gue kembali ke pribadi masing-masing. Kalau memang siap menghadapi problema dari pernikahan tersebut dan sudah berpikir untuk mengedukasi anak, ya silahkan. Tapi kalau masih belum ada pikiran apa-apa tentang segala problema pernikahan, gue tidak merekomendasikan untuk nikah deh, kasian anakmu nanti, hehehe. 

Itu deh yang bisa gue bagi di celotehan gue kali ini, gue lebih suka kalau ada yang comment untuk berukar pikiran pasal topik yang gue bahas ini. Happy long holiday guys, be happy! :)

6 komentar:

  1. i totally agree with ur opinion . What's more,I really admire u!! U spend ur holiday time with such useful things, sharing is caring bruhh🤩

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaa u're so kind 💜💜💜 it's such an honor for me if there's someone admire me when i don't deserve that. I'll struggle to do something good here, stay tune!💜

      Hapus